Sambut AFTA 2020, Praktisi Crime Prevention Tunjukkan Kompetensi dan Profesionalisme

1st National Gathering Indonesian of Crime Prevention Practitioner diadakan pertama kali di Indonesia pada 8 Maret 2018 lalu bertempat di Graha Anabatic, Tangerang.

Sekitar 300 praktisi di bidang Pencegahan Kejahatan (Crime Prevention Specialist) berkumpul dan bersepakat untuk membentuk asosiasi yang menaungi profesional dan akademisi di bidang Pencegahan Kejahatan.

Hadir sebagai Keynote Speaker Kakor Binmas Baharkam Mabes Polri – Irjen Pol Drs. Arkian Lubis, SH, M.Si, CATS, CCPS dan Senior VP CIISCM (Chartered International Institute of Security and Crisis Management) Mr. Munies Pillai.

Chartered International Institute of Security and Crisis Management merupakan badan atau institut yg menyelenggarakan pelatihan internasional.

Ketua Panitia sekaligus Presiden CIISCM  Indonesia Chapter, Drs. Darly Siregar, M.Si, ICPS, CATS, CCPS mengatakan bahwa praktisi keamanan tidak boleh lagi dipandang sebelah mata.

“Sebagai praktisi dibidang Crime Prevention, kita harus mulai menunjukkan kompetensi dan profesionalisme kita terutama dalam menyambut AFTA (Asean Free Trade Area) 2020. Bagaimanapun dunia keamanan tidak bisa dipisahkan dari kebelangsungan perusahaan ataupun negara. Sehingga diperlukan sinergi yang baik antar semua pihak,” terang Darly Siregar dalam sambutannya.

Dalam kesempatan tersebut, sekitar 300 praktisi bersepakat untuk membentuk suatu asosiasi yag mewadahi para praktisi dibidang Pencegahan Kejahatan. Pencegahan terutama lebih ke industry private sectors seperty corporate fraud prevention, security, dan lainnya.

Telah ditunjuk empat orang perwakilan sebagai formatur awal yaitu Baruno Subroto (Security Strategic Relations and Business Continuity), Haryoko R. Wirjosoetomo (Security Analyst and Consultant), Inne Yuaniza (Ketua Asosiasi Perusahaan Jasa Angkutan Uang Tunai – APJATIN) dan Noviyanti Setiyaningsih (Fraud Investigation Consultant).

Terkait aturan atau regulasi, Darly menerangkan, nantinya asosiasi ini harus tunduk kepada peraturan yang berlaku seperti perkap 24, dan juga aturan lainnya.

“Sejauh ini kita dapat respons positif dan dukungan dari Koprs Binmas Polri. Karena kita akan menjadi mitra mereka dalam bekerja. Tentu saja dalam batasan yang diatur oleh peraturan yg berlaku,” tegasnya.

Source : https://jakartainsight.com/read/artikel/2018/01/04/2170/Sambut-AFTA-2020–Praktisi-Crime-Prevention-Tunjukkan-Kompetensi-dan-Profesionalisme